Tentang Penyakit Hepatitis C

Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis C (VHC). Virus ini sebalumnya dikenal dengan virus hepatitis non A-non B(NANB_ uang menyebabkan kasus-kasus hepatitis pascatransfusi darah atau produk darah sehingga disebut juga sebagai transfusion-associated hepatitis (hepatitis yang berhubungan dengan transfusi). Tentang penyakit hepatitis C dikenal mempunyai masa tunas yang lama dan sering disertai tanda-tanda subklinis yang ringan, tetapi dengan tingkat kronitas (kejadian menjadi kronis) dan progresivitas ke arah sirosis yang tinggi.

Pertumbuhan virus penyakit hepatitis C sangat cepat dan tingkat kronitasnya lebih tinggi dibandingkan hepatitis B dan virus hepatitis lainnya. Selain itu, secara genetik VHC mempunyai banyak tipe virus dan tingkat mutasi tinggi sehingga belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit hepatitis C. Sebagian besar dan infeksi virus hepatitis C, yaitu sekitar 80-90% akan berkembang menjadi kronis (penyakit hati menahun). Jika hepatitis kronis tidak diobati dengan tuntas dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati yang sukar diobati sehingga harus dilakukan transplantasi (cangkoko hati). Di Indonesia, transplantasi hati sulit dilakukan karena faktor kesulitan donor.

Walaupun tingkat kronitas hepatitis C lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis B, tetapi perjalanan kliniknya lebih ringan. Tentang penyakit hepatitis C lebih mudah disembuhkan jika diberikan pengobatan yang tepat secara dini. Hal ini karena materi genetik virus hepatitis C berupa RNA (ribonucleic acid) yang menempel diluar sel, sedangkan pada virus hepatitis B materi genetiknya berupa DNA (Deoxyribonucleic aacid) yang menempel pada gen sehingga penyakitnya lebih sukar diobati.

Berikut ini cara penularan tentang penyakit hepatitis C :

  1. Parenteral
    Umumnya, terjadi melalui tranfsui darah, sutikan, atau produk darah yang belum diskrining. Resiko tinggi pasien cuci darah, hemofilia, talasemia dan orang yang mendapat suntikan melalui intravena.
  2. Kontak dengan penderita
    Penularan hepatitis C dari orang ke orang belum jelas mungkin terjadi melalui penggunaan bersama alat cukur atau sikat gigi dalam keluarga.
  3. Transmisi seksual
    Kontak seksual dengan banyak pasangan atau dengan penderita hepatitis.
  4. Kongenital/Neonatal
    Ibu yang terserang hepatitis menularkan virus hepatitis C pada bayinya, tetapi angka kejadiannya juga kecil.
  5. Transmisi non-paranteral
    Kasus hepatitis sporadik menunjukkan bahwa hepatitis C dapat ditularkan melalui cara non-parenteral.

=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>