Diagnosa Hepatitis C

Beberapa tes diagnostik saat ini tersedia untuk diagnosis infeksi HCV yang dikategorikan menurut cara tes yang digunakan.

– Tes skrining
Langkah pertama dalam skrining untuk infeksi HCV adalah tes darah untuk antibodi terhadap HCV menggunakan enzim immunotes (AMDAL). Jika tes EIA negatif (tidak menemukan antibodi), pasien diasumsikan bebas dari HCV.
Dibutuhkan beberapa minggu (hingga enam bulan) bagi antibodi untuk berkembang setelah infeksi awal dengan HCV, jadi tes skrining ini mungkin tidak bisa mendeteksi orang-orang yang baru terinfeksi.
Jika tes positif kemungkinan terinfeksi HCV lebih besar 90%.

– Uji rekombinan imunoblot (RIBA)
Tes ini digunakan untuk mengkonfirmasi hasil positif dari AMDAL karena kadang-kadang EIA positif adalah positif palsu, dengan hasil positif padahal HCV tidak ada dalam tubuh.
Meskipun deteksi langsung HCV RNA (HCV PCR) juga banyak digunakan untuk membedakan hasil positif palsu dalam beberapa individu yang sistem kekebalannya telah menghilangkan virus tetapi masih memiliki antibodi yang tersisa akibat infeksi.
Pengujian untuk RNA berguna dalam menentukan apakah sudah ada virus dalam darah seseorang. Uji RNA juga dilakukan pada individu yang mungkin baru terkena HCV, Uji HCV RNA lebih sensitif daripada pengujian AMDAL.


=====================================

>>> Obat Hepatitis Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *